Berikut ini adalah daftar pertanyaan dan jawaban untuk bahan ujian lisan. Akan diajukan 5 pertanyaan acak dari daftar ini. Berlatihlah bersama teman-temanmu sebelum menghadap gurumu!

Zaman jahiliyah adalah masa sebelum kelahiran Nabi Muhammad saw yang ditandai dengan kegelapan akal dan moral. Masyarakat Arab saat itu hidup dalam kesyirikan, menyembah berhala, mengubur anak perempuan hidup-hidup, serta sering melakukan kekerasan dan kesewenang-wenangan. Nilai-nilai kemanusiaan nyaris hilang dan keadilan sulit ditemukan.

  • Menyembah berhala.

  • Mengubur anak perempuan hidup-hidup.

Segelintir orang yang menjaga kehormatan dan menjauhi kebiasaan buruk di masa jahiliyah menjadi bagian dari lingkaran awal pendukung dakwah Nabi Muhammad saw. Mereka membantu menyebarkan ajaran Islam dan mendukung perubahan ke arah kebaikan.

Karena suasana zaman jahiliyah yang penuh kegelapan moral menjadi latar yang kontras dengan ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. Hal ini menunjukkan betapa besar perubahan yang dibawa beliau dan memperjelas nilai-nilai kebaikan dalam ajaran Islam.

Pelajaran yang dapat diambil adalah pentingnya menjaga akal sehat, moral, dan nilai kemanusiaan. Islam hadir sebagai cahaya yang mengubah masyarakat rusak menjadi masyarakat yang adil, berakhlak, dan beriman.

Karena pada tahun itu terjadi peristiwa penyerangan Ka’bah oleh pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah dari Yaman, yang ingin menghancurkan Ka’bah dan menggantinya dengan gereja besar sebagai pusat ziarah.

Tujuan Abrahah adalah untuk menghancurkan Ka’bah agar pusat ziarah umat berpindah ke gereja besar yang ia bangun di Yaman.

Nabi Muhammad saw. kehilangan ayah sejak dalam kandungan dan kehilangan ibu pada usia enam tahun. Sejak itu, beliau menjadi yatim piatu.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Ka’bah dijaga langsung oleh Allah dan menjadi pertanda bahwa akan datang peristiwa besar, yaitu kelahiran Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir.

Peristiwa Tahun Gajah terjadi pada tahun kelahiran Nabi Muhammad saw. Kegagalan Abrahah menghancurkan Ka’bah menjadi isyarat bahwa Allah sedang mempersiapkan datangnya seorang nabi besar, yaitu Nabi Muhammad saw, yang kelak akan membawa risalah Islam.

4o

Nabi Muhammad saw dilahirkan di kota Mekah pada tanggal 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah, sekitar tahun 571 Masehi.

Nabi Muhammad saw berasal dari keluarga Bani Hasyim, salah satu kabilah terhormat di suku Quraisy. Saat lahir, beliau dalam keadaan yatim karena ayahnya, Abdullah, telah wafat sebelum beliau dilahirkan.

Nabi Muhammad saw disusui dan diasuh oleh Halimah as-Sa’diyah dari Bani Sa’ad.

Beliau diasuh di lingkungan pedesaan yang alami, yang membuatnya tumbuh dengan sehat, sederhana, dan dekat dengan alam. Lingkungan ini memperkuat jiwa dan fisiknya serta menjauhkan beliau dari kebiasaan buruk masyarakat kota.

Hikmahnya adalah beliau tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara fisik dan jiwa, hidup sederhana, serta memiliki kedekatan dengan alam. Hal ini membentuk karakter beliau sebagai pemimpin yang tangguh, bijaksana, dan tidak terpengaruh oleh budaya negatif di sekitarnya.

Nama ibu Nabi Muhammad saw. adalah Aminah. Ia wafat ketika Nabi Muhammad saw. berusia enam tahun.

Setelah ibunya wafat, Nabi Muhammad saw. diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Setelah kakeknya wafat, pengasuhan dilanjutkan oleh pamannya, Abu Thalib.

Nabi Muhammad saw. kehilangan ayah sejak dalam kandungan dan kehilangan ibu pada usia enam tahun. Sejak itu, beliau menjadi yatim piatu.

Meskipun hidup tanpa kasih sayang orang tua kandung, Nabi Muhammad saw. tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tidak manja, dan tidak mudah mengeluh.

Hikmahnya adalah kesulitan tersebut membuat beliau belajar tangguh dan peduli terhadap penderitaan orang lain. Hal ini membentuk karakter beliau sebagai pribadi yang kuat dan penyayang.

Masyarakat Mekah menjuluki Nabi Muhammad saw. dengan sebutan “Al-Amin”, yang artinya orang yang terpercaya.

Karena sejak kecil beliau dikenal jujur, dapat dipercaya, dan tidak pernah berkata dusta. Kejujuran dan integritas beliau membuat masyarakat menghormatinya.

Dua kebiasaan buruk masyarakat jahiliyah yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. adalah menyembah berhala dan pesta mabuk-mabukan.

Pernyataan itu berarti bahwa julukan “Al-Amin” mencerminkan karakter sejati Nabi Muhammad saw., bukan hanya nama atau sebutan, tetapi wujud nyata dari akhlak dan kepribadian beliau yang luhur.

Pesan moralnya adalah kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh harta atau kedudukan, melainkan oleh hati yang bersih dan akhlak yang terjaga. Nabi Muhammad saw. menjadi teladan dalam hal ini sejak usia muda.