
Pendahuluan Ilmu Tajwid
A. Pengertian Tajwid
Tajwid adalah ilmu yang membantu kita membaca Al-Qur’an dengan benar dan indah, seperti cara Nabi Muhammad membacanya. Dalam tajwid, kita belajar bagaimana mengucapkan huruf-huruf Arab dengan jelas, dari mana suara huruf itu keluar, dan bagaimana cara menyambungkan kata-kata dalam Al-Qur’an.
Dengan tajwid, kita tidak hanya membaca, tapi juga menghormati Al-Qur’an. Sama seperti kita belajar cara membaca buku cerita dengan suara yang tepat, tajwid mengajarkan kita membaca ayat-ayat suci dengan hati-hati, sehingga maknanya tidak berubah dan terdengar lebih indah.
B. Hukum Mempelajari dan Mengamalkan Tajwid
Mempelajari tajwid hukumnya fardu kifayah, artinya jika sudah ada sebagian orang yang mempelajarinya, maka yang lain tidak berdosa. Tapi mengamalkan tajwid saat membaca Al-Qur’an hukumnya fardu ‘ain, yaitu wajib bagi setiap Muslim yang membaca Al-Qur’an.
Jadi, walaupun kita belum hafal semua aturan tajwid, kita tetap harus berusaha membaca dengan baik dan benar sesuai kemampuan. Allah sangat senang dengan orang yang membaca Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh, walaupun masih belajar.
C. Tujuan Ilmu Tajwid
Tujuan belajar tajwid adalah agar kita bisa membaca Al-Qur’an dengan tepat, tidak salah huruf, dan tidak salah makna. Kadang, kalau salah membaca satu huruf saja, artinya bisa berubah jauh. Maka tajwid menjaga kita agar tidak keliru saat membaca ayat suci.
Selain itu, tajwid juga membuat bacaan kita terdengar lebih indah. Kalau kita membaca dengan tajwid, suara kita bisa menjadi enak didengar, dan orang lain pun bisa lebih merasakan keindahan isi Al-Qur’an. Tajwid membuat bacaan Al-Qur’an lebih hidup di hati.
D. Sejarah Singkat Ilmu Tajwid
Pada zaman Nabi Muhammad, para sahabat belajar membaca Al-Qur’an langsung dari beliau. Mereka mendengar dan menirukan cara Nabi membaca. Karena itu, bacaan mereka sudah sesuai tajwid meskipun belum diberi nama khusus.
Setelah zaman sahabat, jumlah orang Islam semakin banyak, dan tidak semua bisa fasih membaca bahasa Arab. Maka para ulama mulai menuliskan aturan tajwid agar bacaan Al-Qur’an tetap terjaga. Sejak saat itulah ilmu tajwid diajarkan dari generasi ke generasi.
E. Adab Membaca Al-Qur’an
Sebelum membaca Al-Qur’an, kita harus berwudhu terlebih dahulu agar dalam keadaan suci. Kita juga dianjurkan memakai pakaian yang bersih dan sopan, serta duduk dengan tenang dan tidak main-main saat membaca.
Kita juga harus membaca dengan suara yang lembut dan tidak tergesa-gesa. Al-Qur’an adalah kalam Allah, jadi kita membacanya dengan rasa hormat dan cinta. Saat kita menjaga adab membaca, Allah akan memberikan pahala dan membuat hati kita lebih tenang.